Skip to Content
Loading...
Admin
Admin
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

Juara 1 Best Practice Sekolah Penggerak Kab. Lampung Tengah

 

RANCANGAN PRAKARSA PERUBAHAN ATAP (ASET DAN AWAL, TANTANGAN, AKSI, PEMBELAJARAN)
Program: "CERDAS" (Coaching, Evaluasi, Rencana, Dampingi, Aplikasikan, Sukseskan Pembelajaran)


ASET DAN AWAL

Program "CERDAS" bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah melalui pendekatan yang terstruktur dan kolaboratif. Program ini didukung oleh berbagai aset penting yang menjadi pijakan awal pelaksanaannya.

Sekolah memiliki aset sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, yaitu guru-guru berpengalaman yang berkomitmen untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Kepala sekolah dan tenaga pendukung lainnya juga memiliki peran strategis dalam mendukung implementasi program ini. Selain itu, infrastruktur yang tersedia, seperti ruang kelas yang memadai, perangkat teknologi (komputer, proyektor, internet), dan bahan ajar berbasis kurikulum, menjadi modal penting dalam pelaksanaan program.

Namun, kondisi awal menunjukkan adanya tantangan yang signifikan dalam proses pembelajaran. Metode pembelajaran yang digunakan guru cenderung monoton, kurang variatif, dan belum sepenuhnya memanfaatkan teknologi. Evaluasi pembelajaran yang dilakukan belum terintegrasi secara sistematis, sehingga guru kesulitan untuk merefleksikan hasil pembelajaran mereka. Di sisi lain, pendampingan terhadap guru dalam mengembangkan strategi pembelajaran inovatif masih terbatas. Oleh karena itu, program "CERDAS" diinisiasi untuk menjawab kebutuhan tersebut.


TANTANGAN

Pelaksanaan program "CERDAS" menghadapi beberapa tantangan utama.

  1. Kesiapan Guru dan SDM:
    Tidak semua guru memiliki keterbukaan untuk menerima perubahan, terutama dalam mengikuti pelatihan atau coaching yang intensif. Selain itu, beban kerja guru yang tinggi sering kali menjadi hambatan dalam meluangkan waktu untuk fokus pada program ini.

  2. Keterbatasan Waktu dan Fasilitas:
    Jadwal pembelajaran yang padat menyulitkan alokasi waktu khusus untuk kegiatan evaluasi atau pendampingan. Di beberapa kelas, keterbatasan perangkat teknologi juga menjadi kendala dalam menerapkan metode pembelajaran berbasis digital.

  3. Kendala Implementasi:
    Rencana yang disusun sering kali sulit diterapkan sepenuhnya di lapangan karena berbagai alasan, termasuk kurangnya kemampuan guru dalam mengaplikasikan teknologi dan metode pembelajaran inovatif.

  4. Monitoring dan Evaluasi:
    Sistem evaluasi yang ada belum sepenuhnya konsisten dan terintegrasi untuk mengukur efektivitas pembelajaran dan keberhasilan program.

Tantangan-tantangan ini menjadi fokus utama untuk diatasi dalam pelaksanaan program "CERDAS".


AKSI

Program "CERDAS" dirancang dengan langkah-langkah strategis yang melibatkan enam komponen inti:

  1. Coaching:
    Guru diberikan pendampingan intensif untuk memahami kebutuhan pembelajaran dan potensi siswa. Pelatihan difokuskan pada pengembangan metode pembelajaran inovatif, seperti pembelajaran berbasis proyek, diskusi kelompok, atau flipped classroom. Selain itu, pelatihan pemanfaatan teknologi, seperti Learning Management System (LMS), diberikan untuk meningkatkan kompetensi digital guru.

  2. Evaluasi:
    Sistem evaluasi pembelajaran dikembangkan berbasis rubrik yang jelas, mencakup evaluasi formatif (selama proses pembelajaran) dan sumatif (hasil akhir pembelajaran). Evaluasi ini tidak hanya mengukur hasil belajar siswa, tetapi juga kinerja guru dalam menerapkan strategi pembelajaran baru.

  3. Rencana:
    Bersama-sama, guru dan tim pendukung menyusun rencana pembelajaran yang lebih adaptif dan berbasis kebutuhan siswa. Program kerja tahunan dirancang dengan menggunakan data hasil evaluasi untuk meningkatkan relevansi pembelajaran.

  4. Dampingi:
    Selama implementasi pembelajaran, guru didampingi secara berkala oleh mentor atau pelatih yang ditunjuk. Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan bahwa strategi yang direncanakan dapat diterapkan secara konsisten di kelas.

  5. Aplikasikan:
    Metode dan strategi pembelajaran yang telah dirancang diimplementasikan langsung di kelas. Guru diarahkan untuk mempraktikkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi atau pendekatan kreatif lainnya.

  6. Sukseskan Pembelajaran:
    Keberhasilan program diukur melalui peningkatan hasil belajar siswa dan kualitas pengajaran guru. Apresiasi diberikan kepada guru yang berhasil menerapkan metode baru dengan efektif, sehingga menjadi motivasi bagi guru lain untuk terus berinovasi.

Langkah-langkah ini dilaksanakan secara kolaboratif antara kepala sekolah, guru, dan pihak terkait lainnya.


PEMBELAJARAN

Setelah program "CERDAS" dijalankan, sejumlah pembelajaran penting diidentifikasi:

  1. Hasil yang Dicapai:

    • Kompetensi guru dalam menerapkan metode pembelajaran inovatif mengalami peningkatan signifikan.

    • Siswa menjadi lebih aktif, kreatif, dan terlibat dalam proses pembelajaran.

    • Kolaborasi antara guru, kepala sekolah, dan pemangku kepentingan lainnya semakin erat, menciptakan budaya kerja sama yang positif.

  2. Hal yang Berjalan Baik:

    • Pendampingan intensif terbukti efektif dalam meningkatkan rasa percaya diri guru.

    • Pemanfaatan teknologi di kelas membantu memperkaya variasi metode pembelajaran dan meningkatkan keterlibatan siswa.

  3. Hal yang Perlu Diperbaiki:

    • Jadwal pendampingan perlu diatur lebih fleksibel agar tidak mengganggu proses belajar mengajar.

    • Sistem evaluasi masih perlu disempurnakan untuk memastikan akurasi dan kemudahan pelaksanaannya.

  4. Keberlanjutan Program:

    • Program "CERDAS" dapat dijadikan model pembelajaran berkelanjutan dengan menambahkan elemen inovasi sesuai kebutuhan zaman.

    • Partisipasi siswa dan orang tua dalam program ini perlu ditingkatkan untuk mendukung keberhasilan pembelajaran secara holistik.

Program "CERDAS" tidak hanya menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga membangun fondasi perubahan yang berkelanjutan di lingkungan sekolah. Melalui pendekatan ini, sekolah diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan abad ke-21 yang relevan.

Berbagi

Postingan Terkait

Posting Komentar

Konfirmasi Penutupan

Apakah anda yakin ingin menutup pemutaran video ini?